Minggu, 27 Juli 2014

Merah Kelabu

Merah kelabu, mengapa warna mu memudar?

Tiada daya dan menjadi hitam...

Lunglai tanpa tenaga...

Lesu tanpa beraroma...

Merah kelabu, mengapa tiada terduga?

Kau tinggalkan dalam kecewa

Apakah semua semu?

Kau buat rapuh kepingan sukma...

Kau Luluh-lantahkan segudang cinta...

Merah kelabu, dimana janji yang kau ucap dulu?

Sederet syair yang kau nyanyikan dulu...

Apa guna emas yang kau tanam dalam jemari...

Bila kau pergi dan engkau lari...

Apa guna ungkapan manis...

Bila kau berpaling dan menatap sinis?

Merah kelabu, dirimu akan selalu tersimpan...

walau kau sudah menghitam...

Merah kelabu, dirimu akan ku tanam..

walau kau mati dan menghilang...

Merah kelabu. dirimu akan selalu ku siram...

walau kau tiada merekah...

Merah kelabu, biarlah cinta membuat kecewa...

asal kau tersenyum dan bahagia...

Jumat, 25 Juli 2014

Sudah Tak Cinta

Hening menghantar pelangi...

jatuhkan asa di atas jerit hati...

lambaian jiwa seakan tiada berarti...

tanpa senyum penghasut sepi

bukannya rindu tiada beradu

namun tatap mata seakan sembunyikan sesuatu

apa dulu sudah tak sama?

apa kini sudah hilang semua?

Ah, aku tak tahu...

biarlah malam sunyi tanpa kejora...

biar fatamorgana menyelinap dalam tangis...

apa guna pula ku peluk erat

sedang dirinya tak sanggup tuk terjerat...

biarlah asa bergeming derita...

tanpa ia yang sudah tak cinta....



Tenggarong, 26 Juli 2014

Pukul 14.40 WITA


Kamis, 24 Juli 2014

Coretan tinta hati angel heart: Di Sudut Kota

Coretan tinta hati angel heart: Di Sudut Kota:    Senja datang lagi menyinari ku di sudut kota. Berbinar jingganya yang kemerahan beradu dengan hiruk-pikuk suara kendaraan yang melintasi...

Di Sudut Kota

   Senja datang lagi menyinari ku di sudut kota. Berbinar jingganya yang kemerahan beradu dengan hiruk-pikuk suara kendaraan yang melintasi jalanan kota. Terbentang khayal dalam angan yang gusar mencari keberadaan cinta yang hilang bertahun lamanya. Tiada kabar burung atau pun kehangatannya. 

   Waktu berselang sangat singkat, jingga di langit biru itu hilang di tengah terbitnya rembulan. Aku tetap melangkah menyusuri sudut kota yang ramai. Keramaian di sini tak lantas membuat hati berpancar bahagia hanya resah dan cemas yang ku rasa. Sedang aku menunggunya dalam alunan dawai gitar yang setia menemani kesendirianku di sini.

    Ah, Tuhan dimana jutaan cinta yang temani ku seperti dulu. Kadang aku mulai rapuh untuk mengharapkannya. Namun, hati ini seolah tak bisa melepaskannya begitu saja. sebab janji yang dulu telah mengikatku untuk tetap selalu setia menantinya sampai ia datang mendekapku seperti sedia kala.

     Senyuman itu , kata sayang itu, wajah elok itu, dan segalanya. Aku tetap rindu, rindu ku masih sama seperti dulu. Saat ia meninggalkan ku mencari kehidupan yang lebih layak di perantauan. Namun, dua tahun lamanya tak pernah sedikitpun ia datang untuk melepas dahaga cintaku. Dimana ia? Apakah di sana dia baik-baik saja atau dia telah menemukan penggantiku? Hanya segelincir  do'a di tengah sujudku, berharap ia datang dan menepati janjinya.

   Di sini di sudut kota yang menjadi saksi bisu tetap ku nanti dirimu. Walau asa berselimut debu dan fatamorgana terhasut sunyi. Biarlah aku termakan oleh waktu, namun cintaku padamu tetap akan berlabuh dalam nahkoda cintamu. Sampai nanti, sampai tangan Tuhan mempertemukan aku dan kamu dalam keadaan tak bernyawa.

Rabu, 23 Juli 2014

Coretan tinta hati angel heart: UNTUK AYAH

Coretan tinta hati angel heart: UNTUK AYAH: Ayah dimanakah dirimu yang ku cari selama ini? Tiadakah kau merindukan ku yang sepi di sini... Ayah, anak mu kini beranjak dewasa.. ...

Coretan tinta hati angel heart: Bila Jingga Tepis Asamu

Coretan tinta hati angel heart: Bila Jingga Tepis Asamu: bila jingga tepis asamu... bangunkan aku dalam mimpimu... walau rindu membungkus sepi... pantulkan aku dalam khayalmu... walau pela...

Coretan tinta hati angel heart: MERINDUMU

Coretan tinta hati angel heart: MERINDUMU: cinta aku merindukan mu dalam setiap detak nafasku.. memeluk asa yang kian gulana di dalam kalbu ku.. aku rindu tepiskan gelisah dalam ...

UNTUK AYAH

Ayah dimanakah dirimu yang ku cari selama ini?

Tiadakah kau merindukan ku yang sepi di sini...

Ayah, anak mu kini beranjak dewasa..

mulai menempuh perjalanan untuk mencari jati diri...

Ayah, begitukah kejamnya dirimu yang tak pernah pedulikan ku...

Bahkan kedua tanganmu...

tak pernah menghapus airmataku...

apalagi luka hatiku...

Ayah, aku memang membencimu...

tapi sejujurnya di lubuk sukma yang terdalam 

aku selalu merindukanmuu...

Ayah, dimana pun kau berada, maafkanlah aku anakmu...

yang dulu pernah membencimuu...

Ayah, jika suatu saat nanti kita bertemu...

Ijinkanlah aku memelukmu walau hanya sekali seumur hidupku...

Ayah, semoga Tuhan selalu menuntulah nmu untuk kembali ke jalannya...

Ayah, segudang benci yang pernah terpendamm...

kini luluh menjadi sebuah cinta yang tak tersampaikan...

Ayah, dimanapu kau berad, maafkanlah anakmu...

Sebab, aku tak ingin mati dalam keadaan durhaka kepadamuu...

"Rabbi firli waliwali daiyaa warhamhumma kamarabayani shaghiraa" Amiiinnn.

Bila Jingga Tepis Asamu

bila jingga tepis asamu...

bangunkan aku dalam mimpimu...

walau rindu membungkus sepi...

pantulkan aku dalam khayalmu...

walau pelangi menyelimuti harimu..

ingat aku dalam hidupmu...

bingkisan kalbu yang indah ini..

adalah sederet ungkapan harap dalam cemasku...

yang kau tinggal berlabuh dalam hampa..

jika bulan masih terang ...

aku akan tetap menantimu...

hingga nanti, saat kau kembali dalam pelukku...

bila jingga tepis asamu...

kan ku tunggu senja menjemput cintamu...

yang mungkin kan membawa ku...

rasuki indah bayangmu dalam kata sayangku...

yang terangkai elok membingkai kalbuku...

MERINDUMU

cinta aku merindukan mu dalam setiap detak nafasku..

memeluk asa yang kian gulana di dalam kalbu ku..

aku rindu tepiskan gelisah dalam pelukmu...

aku rindu bisikan kata mesra di antara senyummu...

aku ingin bernyanyii bersamamu..

meugukir kata sayang dalam setiap langkahku..

cinta, dimana pun kini kau berada...

aku akan selalu merindu dalam deretan syair

yang mungkin mampu tepiskan galauku..