Sabtu, 13 September 2014

Terimakasih TUHAN

aku berterimakasih kepada Tuhan yang telah menjadikan kesusahan dalam hidupku.
 Karena kesusahan itu aku bisa memandirikan diri tanpa menggantungkan harapan pada orang lain.
 aku lebih  bisa menghargai hasil jerih payah dan hasil tetes keringat yang ku cari sendiri. 
Aku lebih bisa menghargai sedetik waktu dalam hidup yang kelam ini.
Aku lebih bisa menghargai setiap langkah yang ku lalui.
Dari-Nya aku bisa merasakan nikmat dan sengasara dalam hidup yang membuatnya semakin seimbang...
Dari-Nya aku bisa mengerti deretan makna yang terkandung dalam keseharianku...
Dari-Nya aku bisa merasaka kebahagian yang tak ternilai...
Berkat IA aku bisa tumbuh dalam kesendirian tanpa peduli apa yang orang katakan kepadaku...
Aku juga berterimakasih atas seluruh ujian dan beribu  masalah yang IA berikan kepadaku...
ada anugerah tersendiri dalam setiap hembusan napas yang tak terukur...
Dan aku bersyukur karena hidup yang ku lalui begitu indah...
Aku semakin percaya bahwa "Di setiap kesusahan ada kemudahan di dalamnya"
Tanpa kesusahan dan beribu cobaan itu tiada Sukses yang mampu tercapai...
Sukses dari jerih payah akan tidak akan membuat kita congkak dan angkuh...
malah sukses secara instan membuat kita merasa sempurna dan Alhasil terkesan arogant...
maka bagi kamu yang merasa miskin di dunia ini..
janganlah bersedih hati... tanpa adanya orang miskin seperti kita orang kaya tiada artinya...
sebab kita yang miskin harta lebih kaya hati di banding mereka yang hanya mengejar jabatan tinggi namun tiada menjunjung moral... sebab dengan miskin dan kesusahan kita memiliki  segudang waktu untuk dekat dengan kekasih kita (red=Tuhan,Allah) ...
sehingga kenikmatan yang sesungguhnya berasal dari rohani yang bahagia dan bersih...
Apa guna sebongkah berlian tapi batin tersiksa dan mati perlahan...
sebab itu apa pun kondisi yang kita alami hari ini membuat kita menjadi hamba yang selalu bersyukur. AMinnn Ya rabbal'alamin  :)

Selasa, 09 September 2014

Palsu

detang waktu berlalu...
menanggalkan rasa yang gundahkan kalbu...
kala teriknya hilang dalam angan yang semu...
hanya berharap asa yang tiadakan pasti...
ketika beribu kata manis hetakan ragu...
nyanyian lagu adalah kata puitis penyejuk lara...
jika diresapi hanya akan mengantar dalam khayal...
ah,semua terasa palsu..
berkarat akibat ulah kedustaan..
membuat luka semakin melebar tanpa batas...
rindu yang seharusnya syahdu...
berubah menjadi abu yang kusam...
mungkin hanya sebatas mimpi yang tak sampai...
dan rasa sakit adalah ungkapan penyesalan..
kala buliran bening membasahi pandangan...
berlabuh semua dalam kesengsaraan...
dimana keadilan kala terperosok dalam jurang...
membuat mata seolah tertutup debu jalanan...
hanya embun saksi bisu...
butiran cinta palsu yang membekuk lara..

Sabtu, 06 September 2014

AKU TERSADAR

Kelabu yang sunyi yang tak dapat ku gapai semu
merobek asa tinggalkan derita...
hanya deretan masa lalu
membuat suram dunia yang smakin tak terarah..
Luka ini adalah saksi bisu yang kan diam...
melihat rona diatas segala kesengsaraan...
Tiada yang tahu dan tersembunyi di antara kabut malam...
hanya biru yang berlarian di atas bebatuan karang
mengadu nasib seperti kerang-kerang kecil...
gelombang biru akan menghanyutkan...
ketika desirannya terlihat tenang...
ada pusaran kegundahan yang tersimpan...
hanya untaian jerit yang tiada seorang kan tahu...
inilah suratan dalam kalam...
tiada yang tahu akan kebenaran...
hanya segelincir keyakinan yang akan membawa
peruntungan dalam kehidupan...
ketika senja tiada dapat di lihat...
hanya gulita yang ada dalam pandangan...
saat itu tersadarlah aku apa akibat sengsara...
ketika semua diam, hanya furqan yang kan mengantar
dalam kekhusyukan ...
sederet pujian adalah hal sepele yang akan mengindahkan...
saat itu, aku tersadar hanya sang Khaliq yang mampu 
membahagiakan...
maka di sisa waktu yang tlah ku buat tak berarti...
akan ku gunakan untuk menebus sebuah kesalahan...
mungkin kalam yang tertulis adalah deretan masa sulit yang akan ku lalui dalam kesendirian...
semoga dunia tiada membutakan mata dan hati ini...
agar kelak tiada yang tersungkur dalam jurang yang dibuat sendiri... 
kepada sang Khaliq, ku tengadahkan tangan untuk sebuah pengampunan karena kehinaan yang ku buat di atas dunia yang fana ini..
agar tiada berdampak pada anak cucu ku kelak... Wahai Ar-Rahman yang agung tiada tertandingi semoga kau memberi maaf pada hamba-MU yang hina ini.. bagi muslimin dan muslimat maafkan kekhilafan yang ku perbuat selama ini... semoga di sisa umur yang semakin memudar ini aku bisa dekat dengan-NYA yang telah memberi kebahagian yang tak ternilai... AMMMIIIINNNNNNNN !!!