Kelabu yang sunyi yang tak dapat ku gapai semu
merobek asa tinggalkan derita...
hanya deretan masa lalu
membuat suram dunia yang smakin tak terarah..
Luka ini adalah saksi bisu yang kan diam...
melihat rona diatas segala kesengsaraan...
Tiada yang tahu dan tersembunyi di antara kabut malam...
hanya biru yang berlarian di atas bebatuan karang
mengadu nasib seperti kerang-kerang kecil...
gelombang biru akan menghanyutkan...
ketika desirannya terlihat tenang...
ada pusaran kegundahan yang tersimpan...
hanya untaian jerit yang tiada seorang kan tahu...
inilah suratan dalam kalam...
tiada yang tahu akan kebenaran...
hanya segelincir keyakinan yang akan membawa
peruntungan dalam kehidupan...
ketika senja tiada dapat di lihat...
hanya gulita yang ada dalam pandangan...
saat itu tersadarlah aku apa akibat sengsara...
ketika semua diam, hanya furqan yang kan mengantar
dalam kekhusyukan ...
sederet pujian adalah hal sepele yang akan mengindahkan...
saat itu, aku tersadar hanya sang Khaliq yang mampu
membahagiakan...
maka di sisa waktu yang tlah ku buat tak berarti...
akan ku gunakan untuk menebus sebuah kesalahan...
mungkin kalam yang tertulis adalah deretan masa sulit yang akan ku lalui dalam kesendirian...
semoga dunia tiada membutakan mata dan hati ini...
agar kelak tiada yang tersungkur dalam jurang yang dibuat sendiri...
kepada sang Khaliq, ku tengadahkan tangan untuk sebuah pengampunan karena kehinaan yang ku buat di atas dunia yang fana ini..
agar tiada berdampak pada anak cucu ku kelak... Wahai Ar-Rahman yang agung tiada tertandingi semoga kau memberi maaf pada hamba-MU yang hina ini.. bagi muslimin dan muslimat maafkan kekhilafan yang ku perbuat selama ini... semoga di sisa umur yang semakin memudar ini aku bisa dekat dengan-NYA yang telah memberi kebahagian yang tak ternilai... AMMMIIIINNNNNNNN !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar