Kamis, 05 Februari 2015

Pengorbanan Cinta

   Mentari mulai menampakkan diri setelah bersembunyi di balik malam. Burung pun telah riuh berkicau, pertanda bahwa segala aktivitas di bumi akan segera di mulai. Seorang gadis (Lita) melangkahkan kaki meninjak pusaran jalan. Menghirup aroma embun yang menyegarkan dan menenangkan sang sukma.     Di kejauhan tampak ada seorang pemuda yang sedang berlari-lari kecil mengelilingi komplek perumahan. Tanpa Lita sadari pemuda itu menatap dan memberikan seutas senyuman di balik bibir tipisnya. Pemuda itu bernama Rasya.      Ya, hampir seluruh orang di komplek mengenalinya karena pesona dan juga tutur kata serta budinya yang baik. Ia adalah sosok yang sangat di idolakan para gadis remaja, tidak terkecuali Lita. Lita pun sudah lama menyimpan rasa cinta kepadanya. Bahkan, setiap saat perasaan itu semakin menyiksa.       Lita dan Rasya tinggal berdekatan namun sayang mereka jarang sekali berbicara. Apabila bertemu hanya senyum yang keduanya lontarkan satu sama lain. Jika saja Lita berani untuk memulai obrolan ringan dengannya mungkin mereka sudah menjadi teman yang akrab.***     Lita terus saja memandangi wajah tampan Rasya mungkin sudah berjam-jam bahkan ketika Anna datang dia tidak menyadarinya"Hayo, pagi-pagi udah bengong ampe mulut nga-nga gitu!" Kata Anna meledek."Huh, kampret loe, bikin kaget orang aja!" Sahut Lita sewot"Haha, maaf deh,Lit. Emang loe ngeliatin apa sih, kok serius banget?" "Nggak ngeliatin apa-apa, kepo, Loe!""Heleh, nggak ngaku lagi padahal udah kepergok masih aja ngelak!" "..." Lita hanya diam "Hayooo, aku tahu kamu lagi merhatiin si Rasya,ya?" "Ih, sotak loe, An!"    Tiba-tiba Rasya muncul dan langsung menyambung obrolan Lita dan Anna"Hmm, nggak ngaku tu si Lita?" Ledek Rasya.     Alhasil Lita jadi nervous. "Iya, Lita ne emang gitu orangnya gak mau ngaku plus gede gengsi-nya haha!" Ledek Anna"Aduh, kalian ini ngelantur dan PD tingkat dewa!" Kata Lita dengan wajah yang memerah kayak tomat busuk :-D haha."Ciee, ngambek. Maaf deh, Lit. Aku sama Anna cuma bercanda doang!" "Iya, iyaaa gue maafin!" "Oiya, maaf ni aku pamit mau pulang!" Kata Rasya berpamitan"Loh, kok buru-buru banget sih?" Tanya Anna"Iya, Na soalnya aku ada janji sama temen-temen. Eh, aku duluan ya!" Kata Rasya sambil melambaikan tangan."Oke. Hati-hati, Sya!"***    Lita dan Anna pun bergegas pulang. Setelah sampai di rumah, Lita melangkah menaiki satu persatu anak tangga untuk menuju ke kamarnya.Kemudian, Ia menanggalkan sepatu dan kaos kakinya setelah itu ia mengambil handuk dan bergegas mandi.    Setelah selesai segala pekerjaannya, Lita mengambil kunci mobil untuk pergi ke cafe sembari menikmati waktu luang untuk bersantai bersama kedua sahabatnya Toni dan Mita.    Akhirnya mereka pun tiba di salah satu cafe ternama di kota tersebut. Tanpa sengaja saat Lita keluar dari mobil, Lita melihat Rasya bersama dengan seorang wanita cantik, yang tidak lain itu adalah Ranggani kekasih Rasya. Hati Lita pun terasa sesak dan seolah terbakar api padahal dia dan Rasya tidak memiliki hubungan yang spesial. "Woy, Lit, jadi nggak ni?" Tanya Toni"Oh, iya. Ayo masuk!" ** Bersambung ** 
tunggu di artikel selanjutnya :-D mohon kritik dan saran kawan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar